
pernahkah kmu mendengar sebuah lagu, di pinggir jalan atau di dalam sebuah play-list teman, yang membuat kmu tiba-tiba terdiam dan memaksamu menyelesaikan lagu itu sampai selesai? atau sebuah lagu yang membuat kamu terpaksa megagumi penyanyinya karena dia seperti bernyanyi dan menangis untukmu?
berawal dari sebuah lauching album melancholic bicth kamis malam, seorang teman membawakan mp3 lagu ini ke laptop saya. si penyanyi memang tampil sebagai pembuka dalam acara lauching, dan iya, teman saya itu datang untuk sebuah Frau.
kenalkan Lani, atau Leilani Hermiasih Suyenaga kalau kmu menanyakan sebuah nama lengkap. dia adalah seorang mahasiswi antropologi 2008 FIB UGM. dia adalah seorang pemain piano. dia adalah pembicaraan hangat di scene musik jogja. dan yang paling penting, dia adalah seorang Frau.
kmu bisa mengunjungi dia di sini:
http://www.myspace.com/ffrau
http://www.facebook.com/pages/frau
http://frau-lyrics.blogspot.com/
ough, monyet bener. sebenarnya saya benci harus mengorek-korek kembali kekalahan dan kebodohan saya menaklukan hati wanita kemarin itu. tapi lagu yang sedang saya bahas di sini benar-benar meracuni pikiran saya seharian penuh! seperti saya berkata pada diri saya sendiri “Lagu ini harusnya saya yang membuatnya.. Kata-kata ini, harusnya kata-kata saya”
dan ya seperti yang saya bahas pada bagian awal, lagu ini memaksa saya menyelesaikan dan memutarnya kembali, terus-menerus dan berulang-ulang dan terus-menerus seperti orang bodoh. yay!
P.S: oh iya, kalau tidak salah Frau juga bermain dalam acara kick andy nanti malam bersama WSATCC dan beberapa musisi independent lain. hemm.. sekarang kmu bisa melihat dan membuktikan sendiri betapa mempesona musik yang dibawakannya.
oke, kmu bisa mendengarkan sample lagunya
atau bisa juga men-download lagunya secara gratis via yesnowave demo
cerious!
Mesin Penenun Hujan
Merakit mesin penenun hujan
Hingga terjalin, terbentuk awan
Semua tentang kebalikan
Terlukis, tertulis, tergaris di wajahmu
Keputusan yang tak terputuskan
Ketika engkau telah tunjukkan
Semua tentang kebalikan
Kebalikan di antara kita
Kau sakiti aku, kau gerami aku,
Kau sakiti, gerami, kau benci aku
Tetapi esok nanti kau akan tersadar
Kau temukan seorang lain yang lebih baik
Dan aku kan hilang, ku kan jadi hujan
Tapi takkan lama, ku kan jadi awan
Merakit mesin penenun hujan
Ketika engkau telah tunjukkan
Semua tentang kebalikan
Kebalikan di antara kita